“Halo, Siapa Namamu?”

“Semuanya sungguh kacau! Menyebalkan!” pekikku dalam hati sambil menendang kerikil yang menghalangi langkahku menuju istana terindah milikku. Ya, “Istana Terindah”. Sebutan untuk sebuah paviliun kecil yang kusewa, dan kuubah menjadi istana kecil yang indah dan menyenangkan. Versi aku tentunya.

Kejadian di studio barusan benar-benar membuatku meradang, semua memperlakukan aku seolah aku seorang pesakitan, seorang penjilat yang tega merusak nama temannya demi sebuah pujian atau posisi di studio ini. Mungkin karena aku adalah satu-satunya karyawan paling senior, dimana perusahaan ini berdiri dengan hanya aku karyawannya hingga setelah beberapa tahun dan mulai merekrut rekan yang lain. Tentu bukan aku yang salah jika semua bos masih menganggap aku adalah kepercayaan mereka. Tapi kenapa pandangan sinis yang aku terima, sangat tidak adil kurasa jika pandangan itu ditujukan padaku tanpa mereka utarakan salahku. Lebih dipercaya dan senior, bukan suatu kesalahan bukan?

Tiba-tiba aku teringat dengan kedai kopi yang terletak tidak jauh dari istana yang sudah sangat lama tidak kukunjungi. Kakiku tiba-tiba tertarik untuk berbelok dan masuk ke dalam. Sesampainya di pintu, mataku langsung tertuju pada Sofa Merah yang terletak di pojokan kedai, dan langsung menyeretku untuk duduk. Akhirnya kupesan juga milkshake plain favoritku dan asyik memainkan ipad sampai tiba-tiba seseorang mengagetkanku,

“Halo, Siapa Namamu?”

“Sendirian? Boleh Aku Ikut Duduk Disini Menemanimu?”

Aku terkejut dan spontan menengok ke asal suara, seorang pemuda seumuranku, mungkin sedikit lebih tua dariku tiba-tiba menyapa.

“Oh, hai. Silahkan” Jawabku pendek, dan langsung kembali asyik sendiri.

“Aku sahabatnya Ghie. Kamu Fla kan?”

Hohoho…. jantungku serasa ada yang menusuk, dan tiba-tiba aku menggeletar.

“Ghie? Kenal dimana?” Jawabku tercekat.

Nama itu seakan menarikku dari zona nyaman saat ini, kembali mengingatkanku pada masa indah dulu.

“Sudah lama saya selalu menunggu kamu disini dik, sejak tiga tahun lalu, setiap hari aku datang kesini, bahkan..”

“Maaf, saya ada janji di tempat lain. Permisi” Potongku sambil bergegas meninggalkan kedai.

Aku berlari sekuat yang aku bisa, dan berharap tidak akan bertemu orang yang kukenal hingga tiba di istanaku. Aku tak mau ada orang yang melihatku menangis. Fla tidak pernah menangis, Fla tabah, Fla kuat. Fla akan selalu menepati janji Fla sama Kak Ghie, kalo sepeninggal kaka, Fla akan selalu baik-baik saja. Tapi Fla tidak mau ada orang lain yang mengingatkan dan menyebut tentang Kaka. Biarkan kaka tetap hidup di hati Fla…

=== Untukmu Selamanya ===

Studio, 12 Januari 2012

Disela-sela waktu mencari ide untuk bikin naskah produk.

Akhirnya ada jalan untuk memaksakan melaksanakan kesukaan yang lama tidak termanjakan, akhirnya amatir ini mencoba beranikan untuk ikut dalam proyek #15HariNgeblogFF yang diadakan oleh Mbak @WangiMS dan Mas @momo_DM

Iklan

2 pemikiran pada ““Halo, Siapa Namamu?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s