Kamu Manis, Kataku

“Ghie, hari ini giliran kamu yang temani eyang putri di taman ya…” Ucapan mama yang berarti perintah yang tidak mungkin aku tolak. Jadilah pagi ini aku yang biasa hanya berenang di kolam belakang rumah jadi jogging ringan sambil menemani nenek ku tercinta di taman yang tidak jauh dari komplek tempat kami tinggal. “Yang, eyang disini saja kan? Ghie jogging dulu berkeliling ya?” dibalas anggukan eyang putri.

Selesai berkeliling, aku terkejut melihat eyang sudah tidak ada di injakan batu yang katanya untuk akupunktur itu. Mataku langsung berkeliling mencari, dan segera tertuju pada dua orang yang sedang asyik mengobrol sambil tertawa-tawa. “Itu Eyang!” Pekikku dan segera menghampiri. Sebelum aku sampai dan menyapa, aku terhenyak dengan ekspresi yang eyang tunjukan. Eyang tertawa! Ya, eyang tertawa. Setelah hampir satu tahun eyang putri hanya diam, jangankan tertawa, berbicara pun tidak. Semenjak kakek meninggal tiba-tiba karena serangan jantung. Terakhir kali kami mendengar suara eyang putri adalah saat eyang menangis dan memanggil kami, setelah kakek dikebumikan, eyang hanya terdiam, semua dilakukannya sendiri. Dan sekarang, eyang tertawa, sangat keras. Subhanallah, siapa dia? wanita di sebelah eyang yang telah berhasil membuat eyang sebahagia itu.

“Eyang…” Sapaku perlahan agar tidak mengagetkan beliau.

“Eh, kamu sudah selesai jogging nya? Kenalin. Ini, siapa namamu tadi nak? Oh ya, nenek tau. Fla. Namamu Fla. Kenalkan, ini cucu nenek yang paling ganteng.”

“Gilang”

“Fla”

Sambil kami berjabatan tangan.

“Nenek, Fla duluan ya. Sekarang Fla ga takut lagi ada yang culik nenek. Hehe….” Dia berkelakar.

“Kamu manis” kataku spontan tanpa sadar

“Apa?” Eyang dan Fla bertanya berbarengan menyadarkanku atas lamunan tadi.

“Oh, tidak”

“Sudah, Fla ikut kita saja pulangnya, toh rumah kita tidak jauh dari “istana” milik mu kan?” sambil membentuk tanda kutip di samping kepala. “Dan, tidak ada penolakan. Nenek tidak suka ditolak! Silahkan tanya pada cucu nenek. Benarkan Ghie, Eyang tidak suka ditolak?” sambil berlalu dan menarik tangan kami.

Hmm…. kamu memang spesial, entah kenapa, entah apa yang membuat kamu kurasa spesial. Wajah bulat dengan mata yang selalu berbinar, kulit sawo matang, dan rambut kuncir kuda serta senyumnya yang manis? Kurasa bukan itu. Lantas apa yang membuat eyang   melupakan kesedihannya?

Seharian ini, semua orang di rumah aneh namun berbahagia dan aku yang jadi bulan-bulanan pertanyaan semua orang rumah.

=== Untukmu Selamanya ===

Studio, 14 Januari 2012

Disela-sela waktu mencari ide untuk bikin Naskah Produk dan Manual Uji yang masih belum ada kemajuan.

Akhirnya ada jalan untuk memaksakan melaksanakan kesukaan yang lama tidak termanjakan, akhirnya amatir ini mencoba beranikan untuk ikut dalam proyek #15HariNgeblogFF yang diadakan oleh Mbak @WangiMS dan Mas @momo_DM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s